Senin, 2 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Arena Sport TemaArena Sport Tema
Arena Sport Tema - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Sering Salah Kostum di Gym Hotel, Ternyata Ini Bed...

Sering Salah Kostum di Gym Hotel, Ternyata Ini Bedanya buat Traveler

Bingung pilih sepatu lari atau sepatu training saat traveling? Simak perbandingannya biar koper nggak berat dan badan tetap bugar.

Sering Salah Kostum di Gym Hotel, Ternyata Ini Bedanya buat Traveler

Kamu pernah nggak sih, berdiri bengong di depan lemari sambil mikir: "Bawa sepatu yang mana ya?" Koper udah mau ditutup, tiket pesawat besok pagi, tapi otak masih muter antara dua pilihan yang kelihatannya sepele. Sepatu lari atau sepatu training? Dua-duanya bikin kaki nyaman, dua-duanya kelihatan sporty. Tapi kalau salah pilih, bisa-bisa kamu jalan-jalan sambil meringis karena kaki kapalan, atau malah nggak jadi olahraga sama sekali karena malas bawa barang ribet.

Gue sendiri dulu sering salah kostum. Waktu itu gue bawa sepatu lari ke Bali, niatnya mau lari pagi di pantai. Eh, ternyata di hotel ada kelas yoga dan sedikit alat gym. Sepatu lari gue yang solnya tebal dan empuk malah bikin goyah waktu squat. Lucu memang, tapi bikin frustrasi. Nah, dari pengalaman-pengalaman kayak gitu, gue mau bahas tuntas perbandingan dua pilihan yang sering bikin bingung para traveler ini.

Kenapa Traveler Sering Galau Soal Dua Sepatu Ini

Masalah utamanya sederhana: ruang koper terbatas, tapi kebutuhan olahraga saat traveling bisa macam-macam. Kadang kamu pengen lari pagi keliling kota. Kadang kamu cuma mau angkat beban ringan di gym hotel yang alatnya seadanya. Kadang malah cuma jalan kaki jauh keliling museum.

Nah, di sinilah kebingungan muncul. Sepatu lari dirancang buat gerakan lurus ke depan dengan bantalan ekstra. Sementara sepatu training dibuat buat gerakan multidimensi — ke samping, memutar, loncat. Dua-duanya punya karakter beda, dan kalau kamu cuma bisa bawa satu pasang, pilihannya jadi taruhan.

Baca juga: Checklist Ayah Baru: Olahraga yang Masih Masuk Akal

Gue pernah ngobrol sama teman yang kerja di toko sepatu olahraga. Katanya, banyak banget pembeli yang datang cuma bilang, "Yang penting nyaman buat jalan sama olahraga." Padahal "nyaman" itu relatif, tergantung aktivitas yang mau dilakukan.

Sepatu Lari: Andalan buat yang Suka Eksplorasi Kota

Kalau kamu tipe traveler yang suka bangun pagi terus lari keliling kota baru, sepatu lari jelas juaranya. Solnya empuk, ringan, dan desainnya bikin langkah terasa enteng. Buat kamu yang sering jalan jauh — misalnya keliling distrik lama sampai 15 ribu langkah sehari — sepatu lari juga cukup nyaman dipakai sepanjang hari.

Tapi ada catatannya. Sepatu lari nggak dirancang buat gerakan menyamping. Coba deh bayangin kamu ikut kelas HIIT di hotel, terus disuruh side shuffle atau lateral lunge. Sol yang tebal malah bikin pergelangan kaki rawan terkilir. Gue pernah ngalamin ini di gym hotel Bangkok, dan rasanya kayak berdiri di atas bantal empuk sambil coba keseimbangan. Nggak enak banget.

Selain itu, sepatu lari biasanya lebih cepat aus kalau dipakai buat latihan beban berat atau gerakan yang banyak gesekan. Jadi kalau kamu tipe yang gym-nya serius, sepatu ini kurang ideal.

Sepatu Training: Serba Bisa tapi Ada Kompromi

Sepatu training itu ibarat sahabat serba bisa. Solnya lebih rata dan stabil, cocok buat angkat beban, latihan kekuatan, atau kelas grup yang gerakannya campur-campur. Kalau hotel kamu punya gym dengan dumbbell dan mesin seadanya, sepatu ini bikin kamu lebih percaya diri waktu squat atau deadlift ringan.

Kelemahannya? Buat lari jarak jauh, sepatu training kurang empuk. Kalau kamu paksain lari 5 kilometer pakai sepatu ini, tumit bisa protes. Gue pernah coba lari pagi di trotoar pakai sepatu training karena males bawa dua pasang. Hasilnya: lutut agak ngilu dan langkah jadi berat. Sejak itu, gue kapok.

Sepatu training juga biasanya lebih berat dan kaku dibanding sepatu lari. Jadi kalau tujuan utama traveling kamu adalah jalan-jalan santai sambil sesekali olahraga ringan, sepatu ini bisa terasa agak "berlebihan".

Jadi, Gimana Cara Milihnya?

Kuncinya ada di jenis aktivitas utama selama perjalanan. Kalau kamu lebih sering lari pagi atau jalan kaki eksplor kota, pilih sepatu lari. Kalau gym hotel jadi prioritas dan kamu suka latihan beban, sepatu training lebih masuk akal.

Tapi ada trik lain yang sering gue pakai: bawa sepatu training yang ringan dan serba bisa, lalu tambahkan sepatu lari lipat yang tipis kalau memang niat lari. Banyak brand sekarang bikin sepatu lari yang bisa dilipat dan muat di sela-sela koper. Lumayan, nggak makan tempat.

Intinya, jangan sampai olahraga jadi alasan koper overload. Pilih yang paling sering kamu pakai, bukan yang paling keren di foto.

Pengalaman Pribadi: Belajar dari Kesalahan

Gue pernah bawa dua pasang sepatu ke Jepang karena nggak bisa milih. Hasilnya, koper berat dan gue malah nggak sempat olahraga sama sekali karena sibuk jalan kaki dari pagi sampai malam. Sejak itu, gue sadar: makin simpel bawaan, makin besar kemungkinan olahraga benar-benar dilakukan.

Sekarang, aturan gue simpel. Perjalanan di bawah seminggu dengan aktivitas campuran? Bawa sepatu training ringan yang netral. Perjalanan yang jelas-jelas bakal banyak lari pagi? Baru deh bawa sepatu lari. Sisanya, gue andalkan jalan kaki dan stretching di kamar hotel.

Oh iya, satu lagi yang sering dilupakan: kaos kaki. Dua pasang kaos kaki olahraga yang cepat kering itu penyelamat. Nggak perlu banyak, asal bahannya breathable. Kadang orang terlalu fokus milih sepatu sampai lupa detail kecil yang justru bikin nyaman.

Jadi, balik lagi ke pertanyaan awal: sepatu lari atau training? Nggak ada jawaban tunggal yang berlaku buat semua orang. Tapi kalau kamu tahu pola perjalananmu, pilihan itu jadi jauh lebih gampang. Dan percaya deh, kaki yang nyaman bikin liburan jauh lebih menyenangkan daripada sekadar gaya di feed Instagram.

===
Tags: olahraga traveling sepatu lari vs training workout hotel tips packing kebugaran saat perjalanan